Prosesi Pemilihan Direktur Bakornas LKMI Dinilai Cacat Prosedural
![]() |
| Doc. FOBER (Foto bersama) usai selesai acara Munas Bakotnas LKMI di Bogor Jawa barat. |
Bogor (BPLNews) – Prosesi pemilihan Direktur Bakornas LKMI dalam kegiatan munas LKMI yang dilaksanakan di Pusdiklat BPJS cisarua puncak bogor dianggap cacat karena tidak dijalankan sesuai dengan aturan – aturan yang ada dalam AD/ART.
“Proses perjalanan pemilihan direktur LKMI dilakukan tidak sesuai dengan akal sehat dan mekanisme pemilihan,” kata Ema Yurli saat dikonfirmasi (06/08/2018).
Pasalnya berdasarkan pernyataan Idel Riani selaku Stering Comitte dan dibenarkan oleh ketua panitia Reza Arsalan ada dua cabang yang dianggap bermasalah diikutsertakan dalam proses pemilihan dengan cara menyalurkan hak suaranya sebelum ada verifikasi kriteria bakal calon kandidat.
Selain itu, pada prosesi pemilihan Direktur Bakornas LKMI PB HMI dianggap cacat karena presidium sidang yang dipimpin oleh Rifki yang merupakan Direktur LKMI Manado tidak menghiraukan aspirasi sepuluh LKMI cabang yang mengakibatkan terjadinya wolk out. Seperti dilansir CARITANEWS.com
Lebih lanjut Ema Yurli yang juga merupakan salah satu presidium sidang munas mengatakan LKMI adalah lembaga yang berafiliasi untuk kesehatan, tentu hal-hal yang dijalankan selama ini juga berkaitan dengan kesehatan.
Ia berharap nakhoda terpilih pada Munas dapat membawa LKMI bersaing positif dengan lembaga-lembaga kesehatan lainnya.
Sekedar informasi, Hasil – hasil Munas ini nantinya akan di bawa ke Pengurus Besar HMI selaku induk dari lembaga dan akan ditindaklanjuti sesuai peraturan yang sudah ditetapkan secara organisasi dan kelembagaan. (CN / AI)

Komentar
Posting Komentar